Home | Notifications | New Note | Local | Federated | Search | Logout
Note Detail
Reply to @under_it@mastodon.social
Kucing Hitam Kamis@under_it@mastodon.social (2026-08-16 03:24:16)
Lagi-lagi, aku ga terlalu peduli apakah upaya pencitraan adanya demo suatu bentuk bendera palsu, atau psikologi terbalik binaan intel atau rezim, atau rekayasa faksi tertentu, yang jelas masyarakat Aceh dan #Papua layak untuk marah, dan tidak perlu ditimpali sebagai korban hoax.
#Dayak yang dirampok tanahnya dan dibunuh tokoh adatnya oleh haji isam layak untuk marah. #Tionghoa yang belum juga mendapat keadilan atas kekerasan berbasis etnis tahun 1973 atau 1998 layak untuk marah.
---Reply---
Kucing Hitam Kamis@under_it@mastodon.social (2026-08-16 03:29:01)
Orang tua yang anaknya keracunan, layak untuk marah.
Wajib pajak yang kesal uang pajaknya dipakai untuk kegiatan seremonial boros yang bikin mereka telat kerja karena jalanan ditutup, layak untuk marah.
Pengguna #Transjakarta yang haltenya udah kesekian kalinya dibakar oleh intel aparat sebagai bendera palsu untuk delegitimasi aksi protes, layak untuk marah.
Ibu-ibu yang harus membeli kebutuhan pokok lebih mahal, layak untuk marah.
Reply
---Replies---
Kucing Hitam Kamis@under_it@mastodon.social (2026-08-16 03:35:16)
Warga desa yang lagi nabung untuk beli gawai tapi jadi ga bisa karena dolar naik dan harga ikutan naik, layak untuk marah.
Pekerja warmad, indoalfa, dan kelontongan yang tiba-tiba harus bersaing dengan koperasi tentara yang mendapat banyak eksklusivitas yang tidak adil, layak untuk marah.
Tidak perlu diatur-atur, kapan mereka boleh marah. Marah ya marah aja. Tentu bisa lebih efektif kalau marahnya tersimpul bersama dan terorganisasi.
Kalau mau.