Home | Notifications | New Note | Local | Federated | Search | Logout
Note Detail
nawan@nawanp@fe.disroot.org (2026-09-22 14:16:01)
Dulu saya juga pernah berpikir demikian.
Islam ga pernah ngajarin [tahlilan dan yasinan] kek gini, ini cuma tradisi desa aja, dan ada baiknya gausah kek gini
Sampai kemudian saya baca buku sejarawan M.C. Ricklefs ini: https://openlibrary.org/works/OL20928803W/Islamisation_and_Its_Opponents_in_Java?edition=key%3A/books/OL28355493M#details.
Menurut Ricklefs, praktik-praktik tradisionalis seperti tahlilan, yasinan, sadranan, ziarah kubur, grebeg maulud, dsb merupakan produk dari suksesnya islamisasi di Jawa sejak abad 16. Alih-alih menggunakan paksaan, Islam diterima di masyarakat Jawa karena dapat mengakomodasi budaya-budaya Jawa.
Buku yang sangat layak buat dibaca btw.
https://x.com/YayanIsHere/status/2101947993650090117
Reply